Cerpen : Kebersihan Sebagian dari Iman
Oleh : Kholid Kika Anshori
Adikku
bernama Yusuf. Umurnya enam tahun. Kegiatan Yusuf sehari-hari adalah bermain,
tak jarang aku menemaninya bermain. “Apa susahnya sih buat orang lain senang?
Toh gak ada salahnya, apalagi untuk adikku sendiri,” gumamku dalam hati setiap
melihat adikku tak mau kalah dengan abangnya dalam permainan. Sebagai seorang
kakak yang baik aku harus membuat adikku senang. Jangan sampai menangis, karena
jika sampai aku membuatnya menangis, aku akan mendapat masalah yang besar. Bagaimana
tidak? Pasti ibu akan memarahiku, meski aku tahu itu hanya pura-pura agar
adikku lekas berhenti menangis. Setelah itu, Yusuf akan langsung tertawa dan
otomatis dia berhenti menangis. Selain bermain, kegiatan Yusuf adalah mengaji
di mushola dekat rumah setiap sorenya. Dia selalu bersemangat untuk pergi
mengaji, walaupun sesampainya di sana Yusuf hanya bermain bersama
teman-temannya.
***
Sepulang
sekolah...
“Di dapur, Nak!” aku langsung
berlari menuju dapur.
“Ada apa?” tanya ibu kepadaku.
“Besok sekolahku libur Bu!
Selama tiga hari, karena digunakan untuk UN kakak kelas.”
“Lalu?”
“Kita liburan, ya, Bu? Selama
ini kan tidak pernah liburan.”
“Iya Bu! Yusuf ingin sekali
liburan,” kata Yusuf yang sedari tadi mendengar percakapanku dengan ibu.
“Tidak!” jawab ibu dengan
singkat, padat, dan jelas. Yusuf langsung cemberut, dan aku merasa sangat
kecewa.
Tiba-tiba ayah keluar dari kamar
mandi dan berkata, “Biarkanlah Bu, anak-anak kan memang belum pernah liburan.
Lagi pula besok Bapak libur kerjanya.”
“Tapi pak...”
“Udah... kasihan mereka,” kata
ayah memotong pembicaraan ibu.
“Baiklah.”
***
Melalui
perdebatan panjang, akhirnya kami sekeluarga jadi berlibur ke Yogyakarta. Kami berkeliling-keliling
kota Yogyakarta, terutama daerah Malioboro dan Pasar Beringharjo. Disana banyak
penjual aksesori, semuanya bagus-bagus dan menarik. Tak lupa, kami juga
memborong beberapa dagangan. Setelah lelah berkeliling, kami pun pulang. Di
perjalanan pulang kami singgah ke Masjid untuk istirahat dan melaksanakan sholat
Ashar.
“Bagaimana capek?” tanya ibu
sembari duduk diteras masjid.
“Iya bu, capek banget,” jawab
Yusuf.
“Tapi puas kok, akhirnya bisa
liburan,” aku menambahkan.
“Alhamdulillah.”
“Ehh... kak!” teriak Yusuf.
“Hahh? Apa... apa?” tanyaku
kebingungan.
“Itu lho kaki kakak, masa sepatu
menginjak Batas Suci.”
“Kenapa? Emangnya tidak boleh?”
“Tidak boleh! Itu kan bersih
kak, sedangkan sepatu kakak pasti kotor. Kata pak ustaz juga tidak boleh,
karena kebersihan adalah sebagian dari iman.”
Penjelasan
Yusuf membuatku tercengang dan mengangguk-angguk. Selepas itu, kami melanjutkan
perjalanan pulang.
#kelasmenulisceritaanak
#kelasMCA
Cerpenya bagus sekali
BalasHapus